Kenali 5 Tanda Bayi Lapar karena Kurang ASI!


Baby AE - Hai Moms, si kecil sering banget nangis pasti, banyak hal yang menyebabkan hal ini, salah satunya karena lapar alias kurang ASI. Terkadang walaupun si kecil sudah disusui ia masih merasa lapar karena ASI yang diasupnya kurang. Nah, Moms harus mengetahui tanda si kecil lapar agar mereka tidak kekurangan nutrisi.

Moms juga bisa membuat jadwal menyusui yang baik, tentunya akan memengaruhi keberhasilan pemberian ASI. Moms perlu tahu, bahwa memberikan ASI yang berkualitas dengan porsi yang cukup. Hal ini menjadi poin penting untuk dipenuhi, karena menyusui tidak maksimal secara kuantitas dan kualitas akan membuat si kecil kekurangan nutrisi. 

Tentunya, Moms tidak ingin terjadi hal seperti itu. Oleh karena itu, Moms harus memastikan menyusui dengan cukup agar si kecil tidak kelaparan. Si kecil yang sering menangis karena lapar tentunya bisa membuat istirahat Moms terganggu. Nah, Moms harus mengetahui tanda si kecil kurang ASI, salah satunya tangisannya. 


Memang sulit untuk mengenali tanda si kecil lapar ataupun kenyang setelah disusui, sehingga banyak Moms yang kurang memahami apa buah hatinya mendapatkan porsi ASI yang memenuhi kebutuhan atau belum. Oleh karena itu, Moms harus mengenali tanda-tanda si kecil lapar karena ASI yang kurang, berikut tandanya:

1. Bayi tidak menyusu secara teratur

Pemberian makan yang sering dan efektif akan membantu si kecil dengan baik, tetapi saat tidak menyusu secara teratur artinya asupan yang masuk ke dalam tubuhnya belum maksimal, hingga mengganggu tumbuh kembangnya. Moms perlu memerhatikan frekuensi dari menyusui buah hati setiap harinya.

Normalnya si kecil akan menyusu 10-12 kali dalan 24 jam, dan awalnya setiap sesi menyusui memakan waktu antara 20-45 menit. Apabila Moms memberikan makan kurang dari 8 kali sehari atau sesinya lebih singkat atau lama Moms perlu berkonsultasi dengan Dokter, nih.

2. Suara menelan tidak terdengar

Kalau ini Moms perlu memerhatikan gerakan rahang bayi dan mendengarkan suara menelannya saat menyusu. Jika mendapatkan ASI yang cukup, Moms akan melihat rahang si kecil bergerak dan mendengar mereka menelan, sehingga bisa dipastikan mereka mendapatkan ASI yang maksimal. Lain halnya, jika isapannya tidak berkembang dan menjadi lebih lambat dan berirama berarti si kecil tidak mendaoatkan cukup ASI. Mungkin juga si kecil saat tertidur di payudara dan istirahat lama saat menyusu dalam beberapa menit menyusui.

3. Bayi tidak puas

Jika si kecil tidak puas setelah menyusui, Moms harus tahu kalau ini tandanya si kecil masih lapar karena ASI yang diasupnya tidak maksimal. Terlebih jika mereka selalu ingin menyusu, setelah sesi menyusui belum lama berlangsung. Pastikan si kecil sudah mendapat ASI yang cukup, terutama dibarengi dengan gerakan yang masih lesu atau kehilangan berat badan.


4. Payudara tidak terisi penuh

Mengosongkan ASI sebanyak mungkin dari payudara bisa memproduksi lebih banyak pasokan untuk menyusui berikutnya, tetapi beberapa Moms pasti sering merasa payudaranya tidak terisi penuh, sehingga membuat pasokan ASI tidak maksimal. Tak heran saat menyusu pun mereka tidak akan mendapatkan asupan ASI secara maksimal.

5. Berat badan bayi tidak bertambah

Pasokan ASI yang cukup pasti akan mendorong berat badan si kecil dengan baik, tetapi jika tidak terpenuhi pastinya ada masalah dengan ASI yang didapat si kecil. Biasanya berat badan si bayi di awal akan naik-turun , tetapi biasanya seiring pertumbuhannya si kecil mendapatkan tambahan berat badan secara signifikan sampai usia 6 bulan. Jika ini tidak terjadi, berarti si kecil tidak mendapatkan pasokan nutrisi dari ASI secara cukup. Kekurangan nutrisi di masa pertumbuhan bayi bisa mengganggu tumbuuh kembang mereka ke depannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenali 5 Tanda Bayi Lapar karena Kurang ASI!"

Posting Komentar