5 Akibat Memberi Makan Pada Bayi Baru Lahir?







Baby AE - Presepsi orang tua dulu mengatakan tidak masalah memberikan makan pada bayi yang baru lahir. Malahan ada orang tua yang bilang bayi baru lahir harus di beri makan pisang hijau supaya pencernaannya lancar. Ada juga yang bilang bayi usia 0-6 bulan boleh di beri makan supaca cepat gemuk.  Adakah yang di keluarganya masih menganut prinsip seperti ini?


Tahukah Anda jika memberikan makan pada bayi usia 0-6 bulan sebenarnya tidak diperbolehkan dalam dunia medis. MPASI (Makanan Pendamping Asi) sebenarnya harus diberikan pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas. Hal itu dikarenakan pencernaan bayi yang baru lahir masih belum siap.

Pencernaan bayi yang belum berusia 6 bulan dikatakan belum terlalu sempurna. Usus pada bayi yang baru lahir belum terlalu kuat untuk menghasilkan protein jenis imunogulobulin  yang berfungsi untuk melindungi ususnya. Lantas apa saja bahaya yang diakibatkan karena member makanan pada bayi usia 0-6 bulan?

1.    Perut kembung

Memberikan makanan terlalu dini pada bayi bisa menyebabkan gangguan pada pencernaanya. Dikarenakan pencernaan pada bayi usia 0-6 bulan belum siap menerima makanan. Hal ini membuat pencernaan bayi bekerja lebih keras dari seharusnya. Dan bisa mengakibatkan terjadinya perut kembung karena tidak nyaman. Alhasil bayi akan semakin rewel karena perut tidak nyaman.

2.    Alergi Makanan

Memberikan makanan pada bayi yang belum genap usia 6 bulan juga berpotensi menibulkan alergi. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh pada bayi belum siap menerima makanan asing. Sistem kekebalan tubuhnya masih terbilng rendah dan belum stabil.

3.    Susah buang air besar


Presepsi yang salah orang tua dulu adalah memberi makan pada bayi yang baru lahir dengan kelapa muda ataupun pisang hijau supaya memperlancar buang air besar pada si bayi. Hal ini keliru. Pencernaan bayi yang belum siap, tidak bisa mencerna makanan dengan baik. Hal ini malah akan membuat bayi sulit membuang air besar.

4.    Diare

Memberikn makanan pada bayi pada system kekebalan yang belum mupuni tentu saja banyak resiko. Salah satunya menyebabkan diare. Karena kita tidak bisa menjamin makanan tersebut terbebas dari kontaminasi kuman ataupun virus yang bisa menyebabkan diare pada bayi.

5.    Bayi sulit tidur

Apabila bayi tersebut mengalami sakit pada pencernaanya, hal itu berimbas pada pola tidur bayi. Bayi jadi cerewet dan sulit untuk tidur. Bayi yang tidurnya kurang akan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

6.    Dinding usus terluka

Karena terlalu memaksa pencernaan si bayi untuk bekerja keras. Usus bayi yang belum bisa melindungi diri sengan menghasilkan protein imunogulobulin  lebih mudah terluka. Hal ini menyebabkan mual pada bayi, demam, dan bisa juga menyebabkan bayi mengeluarkan darah pada saat buang air besar.

Inilah mengapa alasan untuk tidak memberikan makanan pada bayi sebelum usianya genap 6 bulan. Sangat beresiko menyebabkan gangguan-gangguan pada tubuh si bayi  yang tentunya merugikan bagi bayi dan ibunya.

Memberikan asi eksklusif pada bayi sudah mencukupi kebutuhan nutrisninya. Karena asi sudah mengandung nutrisi-nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh bayi yang sama halnya nutrisi yang terdapat pada buah dan sayuran. Sehingga tidak perlu memberikan makanan lain pada bayi sebelum usianya benar-benar genap enam bulan.

Pada usia 6 bulan ke atas adalah usia yang tepat membeikan makan pada bayi. Karena pada usia ini sitem pencernaannya sudah lebih kuat untuk menerima supan makanan. Sistem imun pada si bayi juga lebih kebal dalam menangkis bakteri dan virus yang menyebabkan alergi makanan.

Semoga informasi ini bisa membantu para orang tua agar lebih bijak dalam bertindak. Jangan menganut prinsip yang salah. Lebih baik mencari tahu terlebih dahulu tindakan yang kita lakukan sudah tepat ataukah belum.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Akibat Memberi Makan Pada Bayi Baru Lahir?"

Posting Komentar