5 Manfaat Pokemon Go untuk Anak



Jalan-Jalan Pagi

Baby AE - Bukan hal baru lagi kalau soal Pokemon Go! Banyak yang bilang itu permainan buatan orang Yahudi yang memang ingin menyesatkan orang Islam. Apalagi banyak pokestop yang lokasinya di tempat peribadatan. Dengan banyaknya berita miring tentang Pokemon Go!, tak ayal saya pun jadi penasaran.

Saya pun mencobanya dan memang berasa asik, beda dengan game COC ataupun yang lainnya. Tapi bukan ibu namanya jika tidak menyiasati tiap permainan dengan positif. Karena Asma pun tak mungkin ketinggalan informasi soal game ini. Pasti dia akan bertanya saat temannya menceritakan soal Pokemon Go!. Saya pun bisa merasakan manfaat permainan Pokemon Go! untuk anak balita seukuran Asma.

Yup, saya malah mengajari Machin (Asma Chinta) untuk bermain Pokemon Go!. Kenapa? Karena saya bisa mendapatkan banyak manfaat dari permainan tersebut untuk kami berdua. Ya, kami memainkannya bersama. Beda dengan permainan anak lain yang bisa dimainkan olehnya sendirian.

Mencari Pokemon



1. Belajar Memahami Peta
Saya mengajari Asma bagaimana situasi lokasi di sekitar rumah kami. Menjelaskan ini gang apa, itu gang apa, sampai pada gang-gang sempit sekalipun. Asma jadi mengerti dan hafal nama jalan beserta rumah siapa saja yang ada di sana. Jadi, tidak hanya mencari Pokemon, Asma pun mulai memahami lokasi-lokasi di sekitar rumah. Untuk usianya yang baru 5 tahun dan rawan sekali tersesat jika bermain di luar rumah, ini sangat membantu.

2. Olahraga
Pokemon yang dicari dengan berjalan kaki dan berlari membuat tubuh kami sehat. Apalagi jika mendapat telur, telur tidak akan menetas jika kami tidak berjalan jauh sesuai dengan yang ditetapkan oleh telur tersebut. Mulai dari 2-5km dan kami menikmati berjalan sambil berburu pokemon. Waktu-waktu mencari Pokemon pun memang saya targetkan pada pagi hari di hari Minggu. Jadi memang benar-benar olahraga pagi.

3. Belajar Membaca dan Menghafal
Untuk usianya saat ini, jelas masih terbata dalam hal membaca. Inilah saatnya saya mengajarinya membaca dengan happy. Dia suka, saya juga. Dia membaca nama-nama lokasi pokestop dan menghafalkannya. Karena lokasinya berada di tempat-tempat ramai seperti Kantor Pos, masjid, dan kantor-kantor, Asma pun menghafalkan nama masjid dan kantornya. Tak jarang saya menjelaskan tentang kantor tersebut secara singkat.

Di Taman Contong

4. Belajar Agama
Kok bisa??? Padahal yang lain menyebarkan berita bahwa masjid itu blablabla. Sudahlah, saya tak terlalu peduli berita miring. Yang penting adalah manfaat positifnya. Kami bisa mencari Pokemon setelah sholat di masjid. Jadi, saat datang ke masjid, hape dimatikan. Saat pulang, baru dinyalakan. Kebetulannya lagi, tak perlu menunggu lama di masjid. Karena jika sudah memutar pokestop, akan berwarna ungu, kami harus menunggu lama agar menjadi biru lagi. Solusinya? Cari pokestop lain atau pulang.

Saya pun menekankan pada Asma, "Tuh Pokemonnya saja sering muncul di masjid, artinya kita harus sering-sering mengunjungi masjid juga. Masa' kalah sama Pokemon sih?" Dan selalu kami akhiri dengan tos dan tertawa bersama.

5. Semakin Dekat
Karena banyaknya aktivitas kami masing-masing, mencari Pokemon kami lakukan hanya pada hari Minggu saat dia libur sekolah. Saya selalu meluangkan waktu agar hubungan kami makin dekat. Banyak canda tawa di Minggu pagi, sekalian olahraga, jalan-jajan, dan juga dapat Pokemon.

Nah, kalau kalian bagaimana? Sudah main Pokemon Go! atau belum? Atau masih ragu untuk memainkannya? Ini kisah singkat saya dengan Asma.





Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "5 Manfaat Pokemon Go untuk Anak"

  1. Saya master pokeball mba bukan master pokemon .. haha
    suami naik motor, hape saya yg pegang ..#koleksi pokeball >.<' ^^°

    BalasHapus
  2. Kalau anakku belum pernah main Pokemon Go mbak, ntar jalan terus. Hahaha
    Saya pernah nyoba sekali, n asyik ya ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya, emaknya yang keasyikan

      Hapus
  3. ternyata selain banyak sisi negatif dari pokemon go itu juga ada sisi positif nya juga ya buat anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tergantung bagaimana menyikapinya

      Hapus